Situs Liyangan Pemukiman Mataram Kuno di Kaki Gunung Sindoro

Tanda kedatangan di situs Liyangan dan Salah Satu Candi di komplek peribadatan

Tanda kedatangan di situs Liyangan dan Salah Satu Candi di komplek peribadatan

Situs Liyangan berada di kaki Gunung Sindoro,tepatnya di dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Lokasinya yang berada dikaki gunung membuat lokasi ini memiliki pemandangan indah. Jadi kalau mau kesini usahakan waktu cuaca cerah biar dapet bonus pemandangan Gunung Sindoro dari dekat🙂. Situs Liyangan pertamakali ditemukan pada akhir tahun 2008, dan mulai ditinjau oleh Balai Arkeologi Yogyakarta pada awal 2009. Temuan awal yang dilaporkan berupa yoni, batu candi, fragmen keramik dan dinding batu berbentuk kubus.

Batu kubus dan beberapa bagian Candi

Foto batu kubus situs liyangan, beserta bagian dari candi

Nah ditahun 2010 ditemukan bangunan candi, itulah yang menjadi cikal bakal ekskavasi dan penelitian situs Liyangan sampai saat ini. Buat info nih lokasi ditemukannya situs purbakala ini berada di area persawahan dan galian pasir. Jadi buat yang belum pernah kesini jangan kaget  areanya seperti dikelilingi dinding tanah yang sangat tinggi. Dari info yang saya dapet permukaan tanah yang menimbun situs Liyangan ini kurang lebih 10-17 meter.

Area komplek candi peribadatan Liyangan

Tampak berderet. Area komplek candi peribadatan Liyangan

Tampak komplek candi dibelakang sana ada dataran lebih tinggi, sedalam itulah galian untuk menemukan situs Liyangan ini

Perbedaan Galian situs liyangan dari tanah asal dengan tanah sekarang sudah 10 meter lebih

Dari penelitian lanjutan temuan bangunan candi tadi didapat gambaran lengkap mengenai situs Liyangan. Liyangan memiliki komponen berupa aspek hunian, pertanian dan peribadatan. Bahkan dalam penelitian lebih lanjut ditemukan arang kayu yang merupakan bagian bangunan rumah dan keramik asal cina. Dari info yang saya dapat, liyangan merupakan kompleks pemukiman Mataram kuno yang berdiri pada abad 8-10 masehi.

Diperkirakan oleh para ahli Liyangan merupakan peninggalan purba yang lengkap. Karena terdapat Tempat peribadatan khusus yang terpisah dari lokasi lainnya. Ada semacam dinding pemisah 😋diantara kita berdua antara komplek candi peribadatan dengan bagian lain. Kalau bangunan huniannya sendiri terbuat dari kayu, berdasarkan penemuan arang yang diperkirakan berasal dari tahun 971M.

Ini tembok yang memisahkan area candi peribadatan dengan bagian lainnya

tembok pemisah situs liyangan antara komplek peribadatan dengan area lain

Kalau asumsi saya pribadi komplek ini dulunya adalah pusat pemerintahan Mataram Kuno. Kenapa bisa begitu? Setahu saya pihak kerajaan selalu mencari tempat yang sejuk untuk dijadikan tempat tinggal dan memerintah. Aspek ini terpenuhi karena lokasi liyangan berada di kaki gunung Sindoro. Coba bandingkan dengan tempat peribadatan besar lainnya, ada Borobudur dikaki gunung Sumbing dan berdekatan dengan gunung Merapi.

Selain itu menurut kepercayaan jaman dulu pasti mencari tempat yang subur. Nah dengan berada dekat dengan gunung / gunung berapi pasti tanahnya subur. Coba lihat Liyangan, Borobudur, Prambanan berada dekat dengan gunung bukan? Setelah terkena letusan Sindoro bergeraklah pemerintahan kerajaan ke arah yogya dan sekitarnya. Disana terkena lagi letusan dari Merapi pindah lagi ke daerah jatim. Nah barulah muncul cikal bakal pusat pemerintahan di daerah Jatim (kalau tidak salah Trowulan).

Baca Juga : Ditemukan jalan batu di Liyangan

Nah tadi cuman asumsi pribadi saya sih hehe😂😁. Ya hasil dari baca beberapa literatur dan ngobrol sama penjaga situs liyangan😃. Sampai saat ini pun para ahli belum bisa memastikan berapa luas sesungguhnya dari situs Liyangan. Karena dari gambaran visual yang sekarang masih mungkin ditemukan lagi bagian dari Liyangan. Kabarnya tahun depan baru mau dilakukan penelitian besar lagi😱 (lama amat kenapa gak tahun ini aja biar cepet ketemu semua bagiannya😒).

Temuan baru di situs Liyangan "dirumahin" biar aman dan teduh

temuan baru situs liyangan langsung ditutup agar aman dari cuaca dan pencurian

Harapannya semoga situs liyangan segera diekskavasi dan ketemu secara utuh. Karena selain bisa jadi objek penelitian sejarah , situs Liyangan juga bisa menjadi ikon wisata. Kalau dikelola dengan benar Liyangan ini bukan hanya wisata lokal saja bisa jadi destinasi Nasional saya yakin. Terakhir kali saya mengunjungi tempat ini sedang dilakukan perbaikan jalan. Ya dari perbaikan infrastruktur kelihatannya pemerintah serius  sih. Bagi yang belum pernah ke Liyangan dan belum tahu jalan menuju lokasi bisa baca artikel saya berikut ini 🙂.

Itulah ulasan saya mengenai Situs Liyangan pemukiman Mataram kuno.

Kalau ada pertanyaan atau masukan buat blog ini bisa dituliskan dikomentar ya😉, atau mau sekedar say Hi? Silahkan.. Jangan lupa dibagikan biar lebih bermanfaat. Terimakasih sudah mampir dan membaca blog saya😀.

 

 

Alfian Chandra

Sedikit bercerita tentang perjalanan travelling yang pernah saya lalui. Saya suka Traveling ke alam tapi juga suka explore kota di Indonesia (Mungkin suatu saat nanti Luar Negri Amiin) ?😁 Dan jangan lupa santap kuliner di mana tempat kamu kunjungi wajib hukumnya 😁Kunjungi saya di instagram : @alfianchandray fb : Alfian Chandra Yudiananta

2 Respon

  1. 3 September 2016

    […] bagian yang tertimbun materi vulkanik. Seperti yang saya ceritakan di artikel saya sebelumnya (Tentang Situs Liyangan), bahwa diperkirakan timbunan material vulkanik ini berkisar antara 10-20 […]

  2. 3 September 2016

    […] keterangan beliau nanti saya coba sampaikan dalam beberapa poin. Seperti argumen saya di artikel sebelumnya (klik), disini hanya memperkuat dengan keterangan […]

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: